vILLA TROPIS DENGAN INTERIOR MODERN MINIMALIS DI TEPI PANTAI SRI LANKA

Sebuah villa tepi pantai bersarang di antara lebatnya pepohonan tropis Sri Lanka. Norm Architects dan AIM Architecture memang merancang villa berarsitektur tropis ini agar menyatu dengan lingkunan sekitarnya. Pemakaian material alami dan bukaan-bukaan lebar menjadi cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Continue reading “vILLA TROPIS DENGAN INTERIOR MODERN MINIMALIS DI TEPI PANTAI SRI LANKA”

mECANOO MEMBUAT VILA KACA TEPI DANAU DI LACHLADE

Mecanoo merancang sebuah vila tepi danau di Lechlade, Inggris. Biro desain asal Belanda ini ingin menghadirkan harmoni antara landscape dan interior, menjalin hubungan yang erat antara bangunan dan lingkungannya. Merespon kondisi alam sekitarnya yang begitu indah, vila ini dirancang dari dalam ke luar, transparan, untuk menciptakan hunian dengan pemandangan tanpa batas di interior. Continue reading “mECANOO MEMBUAT VILA KACA TEPI DANAU DI LACHLADE”

rUSSIAN DESIGNER AND PORTUGUESE ART PIECES

Ada tipologi tertentu yang membedakan rumah peristirahatan saat liburan dengan rumah tinggal sehari-hari. Di Rusia, ‘country cabin’ seperti itu biasanya punya kulit beruang sebagai karpet di lantai atau kepala rusa menggantung di dinding. Tapi arsitek lulusan European Institute of Design di Milan ini punya cara lain yang jauh dari hal-hal klise semacam itu.

Olesia Sitnikova tidak menuangkan ide-idenya sendiri pada proyek seluas 1200 meter persegi ini. Komunikasi dengan klien adalah hal penting yang ia suka. “Setiap proyek adalah petualangan baru bagi saya. Kami saling berkomunikasi dan mencari hal-hal baru yang menarik,” ujar Olesia Sitnikova dalam wawancara dengan brand furnitur asal Portugal, Boca do Lobo. “Klien memegang peranan penting. Visi dan kepercayaan mereka kepada kami merupakan pondasi utama proyek ini. Jadi bukan hanya soal bagaimana menampilkan perkembangan desain Rusia dan jasa desainer, tapi bagaimana kami mengubah dunia si klien itu sendiri,” tambahnya.

Continue reading “rUSSIAN DESIGNER AND PORTUGUESE ART PIECES”

dI UJUNG JALAN, DI TEPI TEBING

“Save the best for last. Kalimat tersebut sangat sesuai untuk vila ini. Letaknya di akhir sebuah jalan, sekaligus di ujung tebing. Bahkan sebagian bangunannya menggantung di atas tebing dan sungai di bawahnya.”

 

Di atas kertas, lahan ini terkesan besar, 700 meter persegi. Namun pada kenyataannya, sebagian besar berupa lereng batu yang terjal ke arah sungai. Jadi hanya sebagian kecil yang bisa dibangun. Terdengar seperti masalah besar, namun tidak bagi seorang arsitek. “Kita harus pandai melihat potensi lahan. Dengan bantuan teknis konstruksi, lahan yang tidak punya value bisa kita sulap menjadi properti yang bernilai bisnis serta hunian yang  nyaman. Kita bisa memanfaatkan potensi view dan ornamen yang sudah disediakan alam dan budaya di Bali. Misalnya Pura di seberang sungai itu. Sangat menarik untuk kita jadikan objek desain arsitektur yang menjadi focal view, ” jelas Alec, arsitek yang merancang dan juga pemilik vila ini. Continue reading “dI UJUNG JALAN, DI TEPI TEBING”