wILLIS KUSUMA, TINGGALKAN RICHARD MEIER DEMI MENGEKSPRESIKAN DIRI DI TANAH AIR

“…sepertinya menarik jika pada saat negara sedang tumbuh berkembang, kita berkembang bersamanya. Itu kesempatan yang langka.”

 

Bila tidak ada kerusuhan Mei di tahun 98, mungkin pria ini sudah kembali dan berkarir sebagai arsitek di Jakarta. Tapi tampaknya ia lebih berjodoh dengan arsitek kelas dunia, Richard Meier, daripada mengalami krisis moneter di tanah air. Ia kembali ke Jakarta ketika keadaan sudah lebih baik, untuk mengetahui seberapa jauh dirinya telah berkembang sebagai arsitek. Continue reading “wILLIS KUSUMA, TINGGALKAN RICHARD MEIER DEMI MENGEKSPRESIKAN DIRI DI TANAH AIR”