eFFAN ADHIWARA, ARSITEK PENGULIK BAMBU

Effan Adhiwira adalah arsitek lulusan Universitas Gajah Mada yang kini tinggal di Bali. Seperti kebanyakan arsitek yang menyukai tantangan baru dan kebebasan mengeksplorasi desain, Effan memilih fokus ke bambu yang memberinya kedua hal tersebut. Continue reading “eFFAN ADHIWARA, ARSITEK PENGULIK BAMBU”

sEDIKIT CERITA TENTANG INES KATAMSO

Ines Katamso pernah membuat karya bertema ‘Box of Horison’, sebuah instalasi 3 dimensi interaktif yang ‘mendorong’ tubuh serta perasaan pengunjung, untuk masuk ke dalam dan mengalaminya. “Mendekatkan dua individu yang berbeda budaya, asal, dan keyakinan dalam ruang dan waktu yang sama untuk membawa hubungan ke topik abstrak yang sama, membangkitkan emosi dan sensitivitas personal yang bermanfaat dan saling memahami,” jelas Ines Katamso kala itu. Karya-karya Ines juga bisa kita nikmati di banyak dinding hotel atau restoran, sebagai elemen interior. Mari berkenalan dengan wanita berambut ikal ini. Continue reading “sEDIKIT CERITA TENTANG INES KATAMSO”

bUDIMAN ONG – MENGEMAS CAHAYA DENGAN INDAH

Budiman Ong menyelesaikan pendidikannya di Gray’s School of Art, Robert Gordon University di Skotlandia. Selepas kuliah ia kembali ke Indonesia, bekerja di divisi lifestyle John Hardy (Perusahaan perhiasan dan aksesori gaya hidup) selama enam tahun. Baru pada tahun 2008 ia mendirikan biro desain sendiri yang bermarkas di Bali. Tertarik dan penasaran dengan lampu-lampunya yang unik, kami mewawancarai Budiman pada sebuah pameran yang ia ikuti beberapa tahun lalu. Ternyata semua berawal dari melipat-lipat kertas.

Continue reading “bUDIMAN ONG – MENGEMAS CAHAYA DENGAN INDAH”

rUMAH NENEK IVANNA

 

Vila ini dimiliki oleh keluarga Abagian yang berasal dari Caluso, Italia, sebuah kota kecil di kaki Gunung Alpen. Sepuluh tahun terakhir mereka habiskan tinggal di Hong Kong dan Sydney. Sebagai pecinta olahraga selancar dan pantai, Bali yang letaknya di tengah-tengah kedua kota tersebut menjadi pilihan bagi keluarga Abagian membangun rumah liburan mereka dan berpotensi menjadi tempat tinggal tetap di kemudian hari.

Sayang saya tidak sempat bertemu dengan keluarga yang terdengar keren ini. Bagaimana tidak, vila ini mereka namakan Nonnavana untuk mengenang sang nenek. Alex sang kepala keluarga, berharap vila ini bisa menjadi tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga, layaknya pelukan hangat sang nenek. “Kebanyakan tamu tinggal di sini untuk akhir pekan. Namun tidak jarang pula yang memilih tinggal selama sebulan penuh. Kami berharap vila ini bisa menjadi tempat bagi keluarga untuk menciptakan memori-memori menyenangkan mereka,” harap Alex yang menjawab lewat email. Continue reading “rUMAH NENEK IVANNA”

dI UJUNG JALAN, DI TEPI TEBING

“Save the best for last. Kalimat tersebut sangat sesuai untuk vila ini. Letaknya di akhir sebuah jalan, sekaligus di ujung tebing. Bahkan sebagian bangunannya menggantung di atas tebing dan sungai di bawahnya.”

 

Di atas kertas, lahan ini terkesan besar, 700 meter persegi. Namun pada kenyataannya, sebagian besar berupa lereng batu yang terjal ke arah sungai. Jadi hanya sebagian kecil yang bisa dibangun. Terdengar seperti masalah besar, namun tidak bagi seorang arsitek. “Kita harus pandai melihat potensi lahan. Dengan bantuan teknis konstruksi, lahan yang tidak punya value bisa kita sulap menjadi properti yang bernilai bisnis serta hunian yang  nyaman. Kita bisa memanfaatkan potensi view dan ornamen yang sudah disediakan alam dan budaya di Bali. Misalnya Pura di seberang sungai itu. Sangat menarik untuk kita jadikan objek desain arsitektur yang menjadi focal view, ” jelas Alec, arsitek yang merancang dan juga pemilik vila ini. Continue reading “dI UJUNG JALAN, DI TEPI TEBING”