Transparansi menjadi konsep yang digunakan Norm Architects dalam merancang Pavilion House, sebuah bangunan di tengah lanskap pertanian yang indah di Sufolk, East Anglian, Inggris. Melalui transparansi, hadir hubungan erat antara bangunan dan lingkungan sekitarnya. Bahkan, lanskap menjadi bagian tak terpisahkan dari interior Pavilion House.
Pavilion House bukan proyek baru. Norm Architects merancangnya pada 2017, namun tidak pernah selesai hingga tahun ini. Salah satu penyebabnya karena pandemi. Namun hal itu justru memberi lebih banyak waktu bagi pemilik untuk mendalami lagi proyek ini. “Apa yang kami lihat di lahan ini adalah potensi untuk hidup dengan cara yang selaras dengan alam. Rumah menyediakan tempat indah untuk berkumpul dengan orang yang kita cintai, pada lingkungan di mana ada waktu, ruang, cahaya, dan kemungkinan baru.” jelas sang pemilik tentang visinya pada proyek ini.

Norm Architects kemudian membuat Pavilion House agar hadir dengan penuh kerendahan hati. Menyadari bahwa ‘bintang utama’ di tempat ini adalah lanskap pedesaan itu sendiri. Bangunan bahkan tidak dibuat untuk menandingi, hanya sebagai bingkai dari keindahan alam yang sudah ada. Seperti terlihat dari tampilan luar Pavilion House yang berusaha membaur dengan lingkungan. Biro desain asal Denmark ini memilih mengekspos kayu pada tampilan bangunan, demi memberi respon harmonis terhadap bangunan-bangunan yang sudah ada di lahan itu. Dinding bagian luar ditutup dengan cladding dari bilah-bilah pohon Larch (sebangsa pinus) setempat.

Konstruksi baja hanya digunakan seperlunya. Jika harus terekspos, maka baja-baja tersebut dikemas supaya terlihat tidak menonjol dengan diberi warna gelap, seperti pada kusen-kusen bagian luar jendela dan fascia atap.

Sebagai komponen dari lingkungannya yang terbentang luas, Pavilion house perlu menegaskan keberadaan dirinya. Arsitek mendirikan bangunan ini di atas podium batu basalt berwarna gelap, sehingga memberi jarak dan mengangkatnya dari atas tanah.
Di lahan ini juga terdapat gudang seluas 5000 meter persegi. Pemilik kemudian memutuskan untuk mengurangi luas gudang tersebut hingga separuhnya, karena dirasa terlalu mendominasi lahan. Gudang ini kemudian difungsikan untuk menampung sarana pendukung rumah utama. Atap gudang dipasangi solar panel untuk menyimpan energi listrik ke dalam baterai-baterai yang tersimpan dalam gudang, bersama dengan sistem pemanfaatan air hujan. Dan dengan bukaan sebanyak ini, Pavilion House relatif tidak memerlukan bantuan lampu sebagai penerangan di siang hari.

Dengan berkurangnya luas gudang, Pavilion House menjadi hunian ramah lingkungan yang punya lebih banyak pemandangan alam untuk dinikmati.


Rancangan interior yang tepat diperlukan untuk menyatukan karakteristik kontekstual dan spasial pada proyek. Norm Architects memilih warna-warna yang halus dan lembut untuk memperkuat integrasi interior dan eksterior. Tidak berarti harus serupa, namun tetap memiliki hubungan. Seperti pada kamar mandi yang dirancang dengan warna lebih gelap. Tujuannya untuk menciptakan suasana berbeda dengan pedesaan di luar, namun akan terasa lebih magis dan indah jika dilihat melalui jendela yang diposisikan dengan tepat. Penggunaan beton poles pada dinding dan lantai menambah sensasi tekstur pada kamar mandi, sekaligus terlihat kontras dengan elemen kayu yang lebih ‘hangat’.

Tatak letak pada interior Pavilion House sangat sederhana. Ruang terbuka memanjang yang terbagi secara fungsi dengan elemen-elemen yang berdiri sendiri. Satu-satunya pemisah adalah struktur inti dari batu bata yang berfungsi sebagai perapian. Perapian ini memisahkan living room yang nyaman dengan dapur besar dan ruang makan. Cerobong asapnya terlihat menjulang di antara atap bangunan yang cenderung datar.


Satu pavilion tambahan dibuat sebagai perluasan bangunan utama. Paviliun ini memuat ruang-ruang seperti ruang musik dengan grand piano, area tv yang nyaman, dan ruang kerja dengan nuansa yang menenangkan. Sebuah sauna dengan pemandangan ladang yang terhampar luas melengkapi kebutuhan dan fasilitas Pavilion House.


Transisi antar ruang berlangsung dengan begitu mulus. Di ruang mana pun Anda memilih untuk melihat keluar, Anda akan menemukan diri Anda sepenuhnya tenggelam dalam lingkungan yang Indah. Struktur arsitektur Pavilion house memang dirancang untuk tidak pernah merusak pemandangan yang menakjubkan di sekitarnya.




Rumah memang layaknya sarana untuk berkumpul apalagi di pedesaan seperti itu……….
LikeLiked by 1 person