bEKERJA DARI RUMAH BUTUH ADAPTASI? MUNGKIN TIDAK BAGI PEKERJA DI KANTOR KEREN INI

Meluasnya dampak Coronavirus Covid-19 di awal tahun 2020 ini membuat banyak orang harus bekerja dari rumah. Ada yang masih butuh beradaptasi, ada pula yang tidak terlalu kaget dengan hal tersebut. Apalagi jika kantor mereka memang punya suasana seperti rumah. Seperti kantor di New York rancangan GRT Architect ini. Mereka merenovasi ruang bagian atas sebuah bangunan tua, dan membuat para pekerja agensi digital di dalamnya seperti bekerja di rumah.

GRT Architects diminta oleh klien mereka untuk merancang sebuah kantor yang lebih mirip rumah dibanding sebuah kantor. Mungkin bagi para pekerja kreatif di dunia digital, suasana seperti itulah yang bisa memicu ide-ide dan meningkatkan efisiensi kerja mereka. Kebutuhan ruang para manusia modern ini tentu sangat berbeda dengan pekerja di abad 19, kala gedung ini didirikan. Maka GRT Architects harus memutar otak untuk mengakomodasi hal tersebut. Dinding-dinding dirubuhkan, warna-warna baru diaplikasikan pada setiap ruang, hingga membuat skylight yang memungkinkan cahaya alami membanjiri ruangan.

BEKERJA DARI RUMAH BUTUH ADAPTASI MUNGKIN TIDAK BAGI PEKERJA DI KANTOR KEREN INI DSGNTALK INTERIOR DESAIN ARSITEKTUR NEW YORK Photography is by Nicole Franzen.
Photography is by Nicole Franzen

Masing-masing ruangan dicat dengan warna yang berbeda, merah muda, biru, dan abu-abu. Langit-langit setinggi nyaris lima meter ditutup dengan kaca sebagai skylight.

BEKERJA DARI RUMAH BUTUH ADAPTASI MUNGKIN TIDAK BAGI PEKERJA DI KANTOR KEREN INI DSGNTALK INTERIOR DESAIN ARSITEKTUR NEW YORK
Photography is by Nicole Franzen

Layaknya rumah, kantor ini punya dapur yang memadai untuk melangsungkan waktu makan yang menyenangkan. Meja lebar yang ada di dapur bergaya modern ini juga bisa digunakan tim saat membahas materi pekerjaan dalam bentuk lembaran-lembaran yang lebar. Tinggi meja dibuat pas untuk bekerja sambil berdiri. Bukan hanya menghasilkan masakan, diskusi hangat hingga perdebatan panas biasa berlangsung di dapur ini. Skema warna putih pada dinding, lantai kelabu, dan kabinet berwarna merah muda yang lembut, juga diterapkan pada selasar dan toilet. Seolah menandakan zona fungsi mereka sendiri yang berbeda dengan area lain.

BEKERJA DARI RUMAH BUTUH ADAPTASI MUNGKIN TIDAK BAGI PEKERJA DI KANTOR KEREN INI DSGNTALK INTERIOR DESAIN ARSITEKTUR NEW YORK
Design by GRT Architects

Di area kerja, GRT Architects mengaplikasikan warna abu-abu yang lembut. Tidak perlu banyak lampu saat bekerja, atap kaca membuat ruang ini terang, seperti di dalam greenhouse.

BEKERJA DARI RUMAH BUTUH ADAPTASI MUNGKIN TIDAK BAGI PEKERJA DI KANTOR KEREN INI DSGNTALK INTERIOR DESAIN ARSITEKTUR NEW YORK
Photography is by Nicole Franzen
BEKERJA DARI RUMAH BUTUH ADAPTASI MUNGKIN TIDAK BAGI PEKERJA DI KANTOR KEREN INI DSGNTALK INTERIOR DESAIN ARSITEKTUR NEW YORK
Photography is by Nicole Franzen

 

Dan ruangan yang paling mengingatkan kita pada rumah adalah ruang yang disebut ‘nap room’. Ya, ruang ini memang dibuat sangat nyaman untuk tempat istirahat atau menjamu klien special. Warna biru gelap di seluruh ruangan beralas karpet ini menghasilkan suasana yang menenangkan sekaligus membuatnya terlihat elegan.

BEKERJA DARI RUMAH BUTUH ADAPTASI MUNGKIN TIDAK BAGI PEKERJA DI KANTOR KEREN INI DSGNTALK INTERIOR DESAIN ARSITEKTUR NEW YORK

Tentu saja, bagi beberapa orang rancangan GRT Architects ini mungkin justru terasa lebih ‘homey’ dibanding rumah mereka sendiri. Termasuk saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: