wOT BATU BANDUNG, JEMBATAN JIWA KARYA SUNARYO

WOT BATU BANDUNG JEMBATAN JIWA KARYA SUNARYO DSGNTALK LANDSCAPE DESIGN DESAIN WISATA LIBURAN REKREASI

Tanda tangan Anies Baswedan terukir pada prasasti batu di sebuah tempat di Desa Ciburial, Bandung Utara. Anies yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan, menyatakan kertertarikannya untuk meresmikan tempat ini kepada empunya, seniman Sunaryo. WOT Batu merupakan properti penting bagi kota Bandung yang semakin bingar dengan keramaian wisatanya.

WOT BATU BANDUNG JEMBATAN JIWA KARYA SUNARYO DSGNTALK LANDSCAPE DESIGN DESAIN WISATA LIBURAN REKREASI
Lensed by Syafril Hendro (https://www.instagram.com/syafrilphoto/)

Sunaryo adalah salah satu seniman Indonesia yang menjadi bagian dari Bandung sejak menempuh pendidikan seni rupa di ITB pada tahun 1962. Karya-karyanya menghiasi beberapa titik di Bandung seperti, Monumen Bandung Lautan Api di Lapangan Tegallega, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) di Jalan Dipatiukur, juga Monumen Dasasila Bandung di simpang lima Jalan Asia Afrika. Selasar Sunaryo merupakan perwujudan tanggung jawab sosialnya sebagai seorang seniman, karena menurutnya seni lahir melalui proses sosial pula. Tak jauh dari situ, ia membuat WOT Batu. Wisatawan yang datang menilainya sebagai taman, museum, atau galeri seni. Sunaryo menyebutnya sebagai ‘jembatan jiwa’. “Orang Bandung bangga karena kota mereka punya magnitude yang kuat. Setiap akhir pekan macet oleh wisatawan yang mengunjungi mall, factory outlet, tempat wisata, atau restoran. Karena itu saya merasa Bandung perlu tempat untuk wisata jiwa,” jelas Sunaryo tentang salah satu latar belakangnya membangun WOT Batu.

WOT BATU BANDUNG JEMBATAN JIWA KARYA SUNARYO DSGNTALK LANDSCAPE DESIGN DESAIN WISATA LIBURAN REKREASI
Lensed by Syafril Hendro.(https://www.instagram.com/syafrilphoto/)

Dari arah WOT Batu, Sunaryo memandang ke lerenglereng yang berada di seberang lembah. Terlihat deretan vila-vila dan rumah peristirahatan mewah yang berdiri kokoh di lahan miring. “Coba lihat itu. Apa benar pembangunan ada di situ?” tanya dia. Menurutnya, kita bisa merasakan energi negatif untuk suatu hal yang tidak benar dan energi positif untuk hal baik. “Secara tidak sadar kita sudah terpengaruh energi negatif oleh ketidakteraturan, kesemrawutan, seperti bila kita lihat tumpukan sampah di sebelah sana,” ujar Sunaryo sambil kini menunjuk sampah yang membukit pada lahan tak jauh dari situ. Dalam membuat WOT Batu, Sunaryo sangat memperhatikan energi-energi alam yang ada di tempat itu. Dari situlah ia menyusun peletakan batu-batu besar di tempat ini.

WOT BATU BANDUNG JEMBATAN JIWA KARYA SUNARYO DSGNTALK LANDSCAPE DESIGN DESAIN WISATA LIBURAN REKREASI
Lensed by Syafril Hendro (https://www.instagram.com/syafrilphoto/)

Publikasi di dunia maya baik oleh media ataupun perorangan, membuat wisatawan penasaran dengan keberadaan WOT Batu. Banyak yang datang karena tempat ini terlihat unik. Cocok untuk meramaikan profil media sosial mereka. Padahal seluruh tempat ini disusun dengan filosofi yang mendalam. Namun ada juga orang-orang yang pemikiran yang sama yang bisa merasakan getaran-getaran energi seperti Sunaryo. Pengunjung seperti itu bisa datang kembali untuk sekadar merenung atau mencari inspirasi. “Seorang seniman itu sudah biasa bila karyanya diapresiasi berbeda dengan apa yang dia maksud. Orang lain bebas memaknai sebuah karya. Sudah resiko,” ujar Sunaryo tersenyum. Sebagai seniman di kota Bandung, Sunaryo hanya menunaikan baktinya. Ia ingin meninggalkan sebuah warisan untuk masa depan Bandung.

WOT BATU BANDUNG JEMBATAN JIWA KARYA SUNARYO DSGNTALK LANDSCAPE DESIGN DESAIN WISATA LIBURAN REKREASI
Lensed by Syafril Hendro (https://www.instagram.com/syafrilphoto/)

“Tangkaplah dan tunjukkan bahwa kau juga akan pancarkan karya di masamu. Sebagaimana WOT Batu telah lampaui sekat masa untuk sampai kepadamu”.– Anies Baswedan

Author: Adon Amrin

Design enthusiast, Architecture graduate, Former interior journalist for a dozen years, Britpopper, and yes, Manchester is Red.

One thought on “wOT BATU BANDUNG, JEMBATAN JIWA KARYA SUNARYO”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s