oKI SATO DARI NENDO, MERANCANG KURSI KAYU N01™ UNTUK FRITZ HANSEN

OKI SATO DARI NENDO, MERANCANG KURSI KAYU N01™ FRITZ HANSEN

Oki Sato adalah desainer kelahiran Toronto, Canada, tahun 1977. Mendapat gelar master bidang arsitektur dari Waseda University di Tokyo, ia kemudian mendirikan Nendo Studio tahun 2002. Tiga tahun kemudian, kantor Nendo Studio di Milan juga dibuka. Pengalaman lebih dari 15 tahun sebagai desainer dan berbagai penghargaan yang diterimanya, membuat brand sekelas Fritz Hansen tertarik untuk mengajaknya bekerjasama. Hasilnya sebuah koleksi baru kursi makan dari kayu solid  untuk Fritz Hansen bernama N01™ . Berikut wawancara dengan Oki Sato tentang proses desainnya. 

*Teks wawancara disediakan oleh Fritz Hansen

Apa yang mengilhami Anda dalam mendesain N01™ untuk Fritz Hansen?

Fritz Hansen dikenal dengan teknik pencetakannya yang sangat terampil menggunakan plywood, serta pengalaman luas mereka soal kenyamanan tempat duduk. Kedua hal itu memberi kontribusi bagi gaya mereka yang unik. Teknik tersebut banyak digunakan pada banyak kursi mereka seperti AntTM  dan Series7TM  . Menarik ketika mengetahui bahwa sudah lama Fritz Hansen tidak membuat kursi yang seluruhnya dari kayu, mungkin sejak Arne Jacobsen membuat Grand PrixTM  pada tahun 1957. Jadi N01™ mungkin menjadi kursi kayu selanjutnya. Kursi kayu bukan produk yang mudah dibuat oleh desainer. Mungkin salah satu yang tersulit. Mentalitas atau filosofi pribadi seseorang bisa diungkapkan melalui itu. Tapi setelah bekerja sebagai desainer selama 15 tahun, saya sangat senang diberi kesempatan ini oleh Fritz Hansen. Pada saat bersamaan, saya merasa proyek ini semacam takdir dan saya putuskan untuk menerima tantangan itu.

9340_N01 - Oak_ Black Coloured Oak_ Beech
Foto : dokumentasi Fritz Hansen

Bagaimana desainnya sesuai dengan arahan dari Fritz Hansen?

Arahannya adalah untuk mendesain kursi makan baru dari kayu,  yang nyaman dan sesuai syarat estetika mereka. Tujuan kami adalah menghasilkan kursi yang kontemporer, namun tetap mempertahankan rasa tradisi dan sejarah merk ini.

Bagaimana Anda menggambarkan proses kreatif, dari mulai ide hingga ke tahap pengembangan kursi ini?

Seluruh pengalaman ini begitu unik. Pada tahap akhir, hampir setiap bulan kami datang ke workshop di Alleroed, di pinggiran Copenhagen. Setiap kali itu pula kami disambut dengan purwa-rupa yang baru. Kami telah mengerjakan hal-hal yang kami anggap penting, meninjau ulang, mendiskusikan hasilnya, dan  meninjau ulang lagi dan lagi. Tidak ada kompromi – terutama pada tahap akhir – untuk soal kekuatan dan tingkat kenyamanan kursi ini.

Proses produktif dalam pengembangan produk ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam 15 tahun karir saya sebagai desainer, dan salah satu yang sungguh saya nikmati. Ini benar-benar sebuah proses kolaboratif antara Fritz Hansen dan kami (Nendo), koordinasi antara Copenhagen dan Tokyo. Akibatnya, saya malah tidak terlalu ingat arahan pertama dan bahkan tidak yakin apakah saya benar-benar mendesain kursi tersebut. Saya merasa kami (Nendo dan Fritz Hansen) yang bersama-sama membuat kursi ini sebagai tim.

 

 

Apa tantangan utama dalam pengembangan kursi ini?

Saat ketika bagian dimana komponen berbentuk batang  dan berbentuk bidang bertemu  dipertebal untuk meningkatkan kekuatannya, yang memberi kesan lebih berbobot. Namun, untuk menghasilkan tampilan yang terlihat ringan, secara hati-hati, pada bagian sambungannya dibuat sesedikit mungkin titik persentuhan.

Kesulitan pada pengerjaan kursi kayu adalah apabila ada perubahan ukuran sekecil apapun, bahkan jika kurang dari 1 milimeter, bisa mengubah penampilan dan tingkat kenyamanannya. Dengan mengubah bentuk kaki dan lengan dari kolom menjadi elips, mempersempit sudut, membuat sedikit bulatan atau lengkungan, sebuah kursi bisa mendapatkan karakter yang benar-benar berbeda.

 

 

Bagaimana kursi ini berhasil menggabungkan desain Jepang dan Denmark?

Desain Jepang dan Denmark sama-sama punya penghargaan tinggi terhadap penggunaan kayu sebagai material, serta keterampilan yang berhubungan dengan itu. Dengan kesamaan tersebut, terlepas dari jarak dan perbedaan budaya, kami bisa langsung ‘berbicara’ dengan bahasa yang sama dalam proses pengembangan produk. Pada akhirnya, kursi ini bukan didesain demi kepentingan desain. Malahan, desain kursi ini mengikuti kebutuhan fungsi dan kegunaannya.

 

 

 

 

 

Author: Adon Amrin

Design enthusiast, Architecture graduate, Former interior journalist for a dozen years, Britpopper, and yes, Manchester is Red.

2 thoughts on “oKI SATO DARI NENDO, MERANCANG KURSI KAYU N01™ UNTUK FRITZ HANSEN”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s