tREMBITA DAN BANDURA VERSI VICTORIYA YAKUSHA

Trembita adalah salah satu alat musik tradisional Ukraina. Alat musik ini tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai alat musik terpanjang di dunia. Ada yang berukuran tiga hingga delapan meter. Lalu bagaimana ceritanya sampai ‘alat musik’ ini tampil di ajang London Design Fair 2018? Adalah desainer asal Ukraina, Victoriya Yakusha, yang memperkenalkan
kekayaan budaya negaranya ini kepada dunia. Mari kita kenal lebih jauh
tentang Trembita versi FAINA Collection ini.

Trembita biasa digunakan suku Hutsul, etnis yang mendiami wilayah Barat Ukraina hingga Rumania. Alat musik ini juga berfungsi sebagai ‘telefon’. Orang Hutsul membunyikan Trembita untuk memberitakan informasi tentang hujan deras dan badai hingga berita kematian dan kelahiran pada warga desa. Wajar saja, karena suara alat musik ini bisa terdengar hingga 10 kilometer!

Jangan tertipu dengan bentuknya yang sederhana. Untuk membuat satu Trembita bisa memakan waktu hingga dua tahun. Pertama, perlu orang yang ahli untuk memilih batang pohon spruce/pinus lurus, diutamakan yang pernah tersambar petir. Pohon itu juga harus cukup tua, karena semakin lama pohon terpapar matahari dan angin, akan semakin nyaring suara yang dikeluarkan Trembita itu nantinya.

Trembita original _ 2
Foto : Faina Design

Trembita sampai di London Design Fair 2018 berkat Victoriya Yakusha, desainer asal Ukraina yang turut menampilkan karyanya di London Design Fair 2018, sebagai bagian rangkaian acara London Design Festival 2018 September lalu. Ia membawa koleksinya yang terbaru bernama FAINA. Salah satunya adalah vas dekorasi yang terinspirasi dari Trembita. “Bagi saya, Trembita adalah perwujudan ‘suara’ leluhur yang menggaungkan kembali kepada kita tentang hal-hal pokok seperti kemampuan untuk menjalani hidup sederhana, tanpa ‘hiasan’, menikmati pemberian dari alam dan tidak merusaknya,” jelas Yakusha tentang inspirasinya dalam membuat floor-décor vases Trembita dan FAINA Collection secara keseluruhan.

Vas dekorasi Trembita ini terbuat dari kayu dan tanah liat di ujungnya. Walau bukan elemen asli dari sebuah Trembita, tekstur tanah liat menyatu harmonis dengan tekstur kayu. Jika diamati, vas dekorasi Trembita ini akan terlihat cocok dengan ruangan berkonsep modern, Jepang, atau oriental.

Selain vas Trembita, Yakusha juga menampilkan vas lain dari koleksi ini, bernama Bandura. Inspirasi juga berkaitan dengan musik. Bandura mengambil bentuk alat musik petik tradisional Ukraina. Vas Bandura terbuat dari keramik dan kayu. Jika Trembita adalah vas tinggi yang diletakkan di lantai, Bandura berukuran lebih kecil, untuk di atas meja. Mana yang jadi pilihan Anda?

Author: Adon Amrin

Design enthusiast, Architecture graduate, Former interior journalist for a dozen years, Britpopper, and Manchester is Red.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s