hARBOOK, TOKO BUKU KEKINIAN DI HANGZHOU

Demi menarik minat generasi muda terhadap buku, sebuah ‘toko buku generasi baru’ dibuat dengan menggabungkan elemen-elemen gaya hidup. Fungsi sebagai toko buku, cafe, dengan showroom furnitur kontemporer Scandinavia, Normann Copenhagen. Namanya Harbook, lokasinya di Hangzhou, China. Desainnya dirancang oleh biro desain asal Shanghai, Alberto Caiola Studio, dan selesai pada tahun ini.

Hangzhou adalah kota di sisi Timur China yang punya danau indah. Namanya Danau Xi Hu, atau sering disebut West Lake (Danau Barat). Danau ini telah menginspirasi banyak penulis, sastrawan, dan filsuf sejak ribuan tahun. Pernah dengar kisah Legenda Ular Putih? Danau ini jadi salah satu latar belakang cerita. Harbook mencoba untuk meneruskan budaya literasi tersebut dengan memasukkan sentuhan tradisi Eropa melalui pendekatan kontemporer yang progresif.

Serangkaian lengkungan yang mengingatkan kita pada beranda bangunan klasik di Italia, membagi ruangan seluas 600 meter persegi menjadi beberapa area. Alberto Caiola merancang Harbook untuk mewadahi banyak fungsi dan aktivitas. Tempat memamerkan koleksi furnitur, meeting, bekerja, berdiskusi, atau sekadar membaca dan minum di cafe.

Area cafe yang letaknya dibuat lebih tinggi, sejajar dengan pandangan mata, semakin terlihat menonjol karena menampilkan warna merah muda yang lembut berdampingan dengan dinding panel-panel metalik pada ruang di sekelilingnya. Pemilihan palet warna dan pencampuran material yang tidak biasa, menghadirkan sentuhan postmodern yang mengimbangi elemen-elemen klasik tadi. Sementara ruang di atasnya terlihat begitu modern dan ‘internasional’, lantai tempat berpijak menggunakan batu tradisional buatan lokal. Seolah ingin mengingatkan generasi muda yang telah banyak melihat dunia untuk tetap menambatkan diri pada asal-usul mereka.

Harbook-11-AlbertoCaiola
(Foto : Dirk Weiblen – http://dirkweiblen.com/)

 

Pencahayaan yang menggunakan instalasi lampu LED dibuat untuk dua kepentingan. Pertama, untuk menyoroti objek tertentu. Kedua, sebagai metafora tentang pencerahan yang bisa didapat dari kebiasaan membaca. Saat begitu banyak literatur bisa diperoleh secara online, Harbook memberi sorotan kembali pada buku sebagai kemewahan yang tak lekang waktu. Dalam proyek Harbook ini, Alberto Caiola Studio berhasil mengawinkan seni menikmati buku dengan ‘keindahan yang fungsional’ dari furnitur Scandinavia.

Author: Adon Amrin

Design enthusiast, Architecture graduate, Former interior journalist for a dozen years, Britpopper, and yes, Manchester is Red.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s