mAKE LIFE A RIDE, BMW MOTORRAD JAKARTA

Make Life a Ride - BMW motorrad

“Saya bukan seorang penggemar berat motor apalagi rider yang gemar touring. Tapi saya bisa merasakan passion yang ingin disampaikan oleh pemiliknya, Joe Frans. Dia sangat peduli soal bagaimana showroomnya dirancang, bukan Cuma soal terlihat keren atau cantik.”

“Tempat ini bukan mengutamakan penjualan produk. Kami lebih menawarkan gaya hidup yang sesuai dengan karakter produk kami. Karena itulah displai produk-produk (motor) bukan elemen utama interiornya,” jelas Joe Frans, CEO Maxindo Moto Nusantara, selaku importir resmi dan distributor tunggal BMW Motorrad di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari komposisi interior yang lebih banyak menampung fungsi sebagai kafe, lounge, game room, ruang serbaguna, hingga penjualan merchandise

Dalam merancang, Joe punya caranya sendiri. “Suatu desain bukan soal melapis dinding, melapis lantai atau menutup ceiling. Sebuah desain akan gagal kalau hanya terlihat cantik saja. Kita berangkat dari fungsinya dulu. Emosi dan perasaan apa yang mau kita hadirkan. Bukan hanya dengan visual, namun juga aroma, tekstur, suara, dan penghawaannya. Karena manusia akan puas ketika semua inderanya terpenuhi,” jelas pria yang menikmati setiap tahap desainnya. Pantas saja ketika duduk-duduk santai di showroom ini saya terpikir untuk mulai menjadi biker BMW. Lalu saya berbincang dengan salah satu salesman yang memberi gambaran sedikit soal harga motor-motor ini sehingga saya teringat cicilan rumah yang masih jauh dari selesai.

“Tempat ini sangat menggambarkan karakter rider BMW dan motor itu sendiri. Selama ini di Indonesia, motor BMW dikenal sebagai imej adventure. Sisi itu yang kami tampilkan dalam penataan bangunan ini,” ujar pria yang juga menyukai dunia desain ini. Ia mejelaskan tentang konsep industrial dan modern yang diadopsi sebagai tema utamanya. “Kami menggunakan material-material yang ‘kasar’ (rough), seperti besi, batu alam, atau kayu. Kami juga memoles beberapa material tersebut dengan finishing yang justru dibuat terlihat unfinished,” tambahnya. Joe bahkan melakukan eksperimen dengan material tersebut. Ia menggunakan mereka pada tempat yang tidak biasa atau cara pemasangan yang tidak lazim.

 

Desain yang dibuat harus disetujui pihak principal di Eropa. Bahkan beberapa furnitur dan aksesoris harus didatangkan dari sana. Namun hal itu tidak menyurutkan idealisme desain Joe. “Sebisa mungkin saya berusaha memakai material lokal. Bukan karena harganya lebih murah, namun karena material kita tidak kalah kualitasnya dengan material impor. Kita tidak perlu pakai kayu Oak karena kita punya Jati belanda. Di kamar mandi dan beberapa bagian bangunan saya juga menggunakan batu andesit lokal,” jelas Joe.

 

Joe tidak hanya peduli tentang desain interior. Fasad bangunan juga dirancang dengan menggunakan panel-panel yang bisa digerakkan, sebagai penghalang cahaya matahari.

Make Life a Ride - BMW motorrad

Author: Adon Amrin

Design enthusiast, Architecture graduate, Former interior journalist for a dozen years, Britpopper, and yes, Manchester is Red.

3 thoughts on “mAKE LIFE A RIDE, BMW MOTORRAD JAKARTA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s