aDA JIA DI SHANGRI LA

JIA RESTAURANT SHANGRI LA

Dulu ada restoran masakan China yang terkenal di hotel Shangri La. Namanya Shang Palace. Kemudian restoran ini direnovasi dan tampil kembali sebagai JIA. Masih dengan masakan China, namun baik menu dan penataan interiornya menjadi lebih kontemporer.

Shangri La menggunakan jasa biro desain asal Jepang, Bond, untuk merancang JIA. “Klien ingin sebuah modern Chinese restaurant yang sajian utamanya Bebek Peking dan Chinese Tea. Untuk memperluas segmen tamu yang datang, kami memberikan sentuhan kasual dan modern,” jelas Akane Kai dari Bond Studio melalui email. Proses desain dan pengerjaannya memakan waktu hingga dua tahun, dari akhir 2014 hingga akhir 2016. “Terjadi pertemuan budaya minum teh dengan budaya minum-minum di cafe. Artinya, kami memadukan budaya Indonesia, China, dan Barat, dengan rasa modern. Kami ingin menghasilkan Chinese restaurant dengan suasana kasual seperti cafe,” tambahnya.

JIA cukup luas, mampu menampung hingga 122 tamu. Ada enam ruang makan privat dengan kapasitas masing-masing 20 orang, diberi nama dari bunga-bunga khas negeri China. Lampu gantung berukuran besar yang menyerupai bentuk lampion, dipasang di atas meja makan ruang privat itu. Dimensi lampu yang besar, memberi kesan megah dan mewah pada ruang tersebut.

JIA RESTAURANT SHANGRI LA
Sentuhan kontemporer dari lampion tradisional menjadi lampu gantung seperti ini. (Foto : Yudi D Hertanto – https://www.instagram.com/yudi67dh/)

Pola geometris pada dinding menjadi benang penghubung dengan interior ruang lainnya. “Kami tidak memilih warna dan material agar mewakili budaya tertentu. Lebih karena padu-padan dan kecocokan saja. Kita bisa melihat warna hitam mengkilat pada pintu bergaya China, warna emas, lalu ada batu bata, kayu, wallpaper tenun, bahkan kulit dan semen. Ada kain warna merah yang identik dengan budaya China, dan ada juga pola tartan dan check khas Inggris Raya,” jelas Akane tentang proyek pertama Studio Bond di Indonesia ini.

Bond juga memilih kaca dan kuningan pada beberapa ornamen untuk menghadirkan sentuhan industrial. Dan ternyata, gaya itu cocok dipadukan dengan tema oriental kontemporer. “Kami mengambil unsur-unsur desain industrial untuk menampilkan kesan kasual. Tekstur dan pola-pola dengan bentuk tidak formal kami tampilkan untuk memberi sentuhan nuansa Asia,” jelas Akane.

Salah satu fitur interior yang paling menarik adalah dinding dengan permainan batu bata dan ukiran panel kayu. Panel tersebut menerus hingga menaungi salah satu sudut restoran, sebagai decorative ceiling. Penempatan hidden lamp membuat suasana lebih dramatis. Semakin dramatis ketika restoran ini diganjar sebagai pemenang BCI Interior Design Awards 2018 untuk kategori Food and Beverage. Keren!

 

 

Author: Adon Amrin

Design enthusiast, Architecture graduate, Former interior journalist for a dozen years, Britpopper, and Manchester is Red.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s